Rabu, 08 April 2009

Untukmu pangeranku
Kau bagaikan sang surya di siang hari
Dan rembulan di malam hari
Yang membuatku merasa sepi
Menanti hadirmu disini
Anggun wajahmu
Lembut suaramu
Membuatku merindu
Akan stiap belai hembusan nafasmu
Kau takkan pernah tergantikan
oleh apapun
Karena hanya dirimu
Yang mengisi ruang hatiku
aku bukan siapa-siapa
sehingga tak berani menyanjung cinta
aku merasa tak berdaya
jika tak mampu menyapa cinta
kali ini cinta datang berlabuh
setelah lelah ia berkelana
ku terkesiap krn lentikan jemarinya
perlahan samar hingga terang sinarnya
menuai indah ukirkan tulusnya
utk ku sambut dia
harap mengaliri jiwanya
sempat ku ragu
akankah temukan sejati
ataukan hanya seperti mimpi …
belum sampai waktunya, dan mengigau
parau melengking dari dasar kekosongan, tanpa nada
suara - suara rayuan yang menggoda malam
penuh asmara yang hampa; karena aku hilang
aku terkikis kenangan dan ingatan
tertunduk. sepi dan sendiri
menanti. menanti. menanti ….
sepanjang hiruk pikuk kegundahan
tak juga mereda, tak surut tersapu lengah
masih sisa air ini dalam secangkir cinta;
menyiksa dalam kemabukan
yang lalu inginkan berlalu laju
tinggalkan pergi,hilang titipkan ratapan
sedang angin membawaku bertepi
semakin menepi jiwa yang kalut terenggut
segalanya menahan. menahan. menahan sembilu
dan…
hingga sampai tiba nanti
aku ingin tetap seperti ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar